'

'

Kamis, 05 Januari 2012

Doa setelah shalat

Doa setelah shalat

Doa setelah shalat dengan detail sebagai berikut:


Artinya:
"Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segala syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran Zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu."

Dilanjutkan dengan:

Artinya:
"Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, dan keluarganya. Yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat men-sucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan yang dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Mendengar, Mahadekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan pemohonan, wahai Zat Yang MahaMemenuhi segala kebutuhan (hamba-Nyaj."

Dilanjutkan dengan:

Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahlah kami dalam menghadapi sakratul maut, (berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab."

Dilanjutkan dengan:

Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur."

Dilanjutkan dengan:

Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yang tak terkabul.

Dilanjutkan dengan:

Artinya:
"Wahai Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat Islam."

Dilanjutkan dengan:

Artinya:
"Wahai Tuhan kami! Perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang."

Dilanjutkan dengan:

Artinya:
"Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka."''

Dilanjutkan dengan:

Artinya:
"Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Shalat ghaib

Shalat ghaib

Shalat ghaib adalah shalat jenazah yang dilakukan atas jenazah yang tidak ada di, tempat (tidak ada di hadapan orang yang menyalati)karenamayatnya berada di tempat yangjauh, walaupun sudah dimakamkan dan jarak kematiannya sadah lebih dari seminggH. Hukum melaksanakah shalat ghaib adalah sunat, baik dilakukan di mesjid maupun di atas makam jenazah tersebut Adapun cara melaksanakan shalat ghaib. itu sama dengan cara melaksanakan shalat jenazah, baik bacaan, gerakah maupun syarat dan rukunnya. Perbedaannya nanyalah pada niatl Dalam shalat ghaib harusdisebutkah hama jenazah yang akan dishalati.

Tadi lafal niatnya adalah:

Artinya:
"Aku (niat) shalat ghaib atas jenazah (sebut namanya!) 4 takbir, fardhuMfayah, karena Allah Ta'ala"

Jika jenazah seorang wanita, maka lafal niatnya:

Artinya:
"Aku (niat) shalat ghaib atas jenazah (sebutkan namanyal) 4- takbir, fardhu kifayah, karena Allah Ta'ala."

Jika mengikut imam, maka ditamfrahkan kata "MA'MUU-M AN''(mengikut imam) setelah kata"KIFAA YATT. Bagi orang yang mengikut imam* boleh pula membaca niat seperti di bawah ini:

'Artinya:
Aku (niat) shalat atas jenazah yang dishalati imam, 4 takbir ,fardhu kifayah, karena Allah Ta'ala."

Shalat Rawatib

Shalat Rawatib

Shalat Rawatib adalah-shalat sunat yang dikerjakan baik sebelum shalat fardhu maupun sesudahnya. Jika dikerjakan sebelum shalat fardhu, makadinamakah shalat sunatrawatib qabliyah. Sedangkan jika dikerjakan sesudahnya, maka rtamanya shalat sunat rawatib ba'diyah.
Ditinjau dari segi kepentingannya, shalat sunat rawatib dibagi menjadi 2, yaitu:

a. Shalat sunat rawatib mu'akkad'
Shalat sunat rawatib mu 'akkad adalah shalat sunat rawatib yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena sangat penting. Shalat sunatrawatib mu'akkad ada 10 rakaat, yaitu:
- 2 rakaat sebelurn. shalat su.buh.
- 2 rakaat sebelum shalat zhuhur.
- 2 rakaat sesudah shalat zhuhur.
- 2 rakaat sesudah shalat maghrib
- 2 rakaat sesudah shalat isya.
b. Shalat sunat rawatib ghairu mu'akkad
Shalat sunat rawatib ghairu mu'akkad adalah shalat sunat rawatib yang dianjurkan untuk dikerjakan, tetapi tidak sepenting shalat sunat rawatib mu'akkad. Yang termasuk shalat sunat rawatib ghairu mu'akkad adalah:
- 2 rakaat sebelum shalat zhuhur.
- 2 rakaat sesudah shalat zhuhur.
(Jadi shalat sunat rawatib zhuhur terdiri atas 4 rakaat sebelumnya dan 4 rakaat sesudahhya)
- 2 rakaat atau 4 rakaat sebelum ashar.
(Jika 4 rakaat, maka boleh dikerjakan dengan satu kaM salam atau dua kali salam),
- 2 rakaat sebelum shalat maghrib.
- 2 rakaat sebelum shalat isya.
Adapun cara mengerjakan shalat sunat rawatib ini samadengan cara mengerj akan shalat fardhu, baik bacaan maupun gerakannya. Perbedaannya hanyalah pada niat pi samping itu, bacaan pada shalat sunat rawatib tidak dinyaringkan.
Niat shalat sunat rawatib adalah :
a. Sebelum shalat zhuhur:

Artinya:
Aku (niat) shalat sunat qabliyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

b. Sesudah shalat zhuhur:

Artinya: ' '
"Aku (niat) shalat sunat ba'diyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

c. Sebelum shalat ashar:
.
Artinya:
" Aku (niat) shalat sunat qabliah ashar 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

d. Sebelum shalat maghrib :

Artinya: " .'
"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'alar

e. Sesudah shalat maghrib :

Artinya:
"Aku (niat) shalat sunat ba'diyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

f. Sebelum shalat isya:

Artinya:
"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'alar

g. Sesudah shalat isya:

Artinya:
"Aku (mat) shalat sunat ba'diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

h. Sebelum shalat subuh:

Artinya:
"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

Sholat Tarawih

Sholat Tarawih

Shalat tarawih adalah shalat yangdikerjakan pada setiap malam selama bulan Ramadhan. Shalat ini biasa disebut qiyaamu Ramadhan. Hukumnya adalah sunat mu'akkad, baik dikerjakan sendiri-sendiri maupun berjamaah. Akan tetapi lebih utama dikerjakan dengan berjamaah.
Adapuh waktu pelaksanaannya adalah mulai setelah shalat Isya (sebelum shalat sunat witir} sampai terbit fajar shadiq (masuk waktu subuh).
Jumlah rakaatnya 20 rakaat (ditambah 3 rakaat sunat witir), atau adapula-yang mengerjakan 8 rakaat (ditambah 3 rakaat sunat witir). Bahkan Imam Malik memilih 36rakaat> sebagaimana yang dikerjakan oleh penduduk Madinah.

Shalat tarawih ini boleh dikerjakan dengan 2 macam cara, yaitu:
a. Setiap 2 sakaat salam.
b. Setiap 4 rakaat salam (tanpa tasyahud awal).

Akan tetapi yang paling baik adalah setiap 2 rakaat salam, karena dalam hadits Rasulullah saw menyatakan bahwa shalat malam itu sebaiknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat.
Setelah shalat tarawih selesai dilanjutkan dengan mengerjakan . shalat sunat witir 3 rakaat. Shalat sunat witir ini boleh dikerjakan 3 rakaat salam (3 rakaat sekaligus, tanpa tasyahud awal), atau pertama dikerjakan 2 rakaat, kemudian 1 rakaat.

Cara pelaksanaan shalat tarawih sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya. Perbedaannya adalah pada niat.

Niat shalat tarawih adalah:


Artinya: (didalamhatipadasaat takbiratulihram!)
"Aku (niat) shalat sunat tarawih 2 rakaat mengikut imam, karena AllahTa'ala."

Jika shalat sendiri, maka kata MA'MUUMAN (mengikut imam) di hilangkan. Sedangkan jika menjadi imam maka kata MA'MUUMAN diganti dengan IMAAMAN (menjadi imam).

Di samping itu, dalam shalat tarawih surat yang dibaca setelah Al-Fatihah sebaiknya adalah :
a. Malam tanggal 1 sampai pertengahan Ramadhan :
Setiap rakaat pertama dibaca satu surat dari surat-surat berikut secara berurutan, yaitu : At-Takaatsur, Al-'Ashr-Al-Humazah, Al-Fiil, Quraisy, Al-Maa'uun, Al-Kautsar; Al-Kaafiruun, An-Nashr dan Al-Lahab. Sedangkan setiap rakaat kedua dibaca surat Al-Ikhlash.
b.' Malam pertengahan sampai akhir Ramadhan,:
Setiap rakaat pertama dibaca surat Al-Qadr. Sedangkan setiap rakaat kedua dibaca satu surat dari surat-surat berikut secara berurutan, yaitu : At-Takaatsur, Al-'Ashr, Al-Humazah,. Al-Fiil, Quraisy, Al^Maa'uun, Al-Kaiitsar, AK Kaafiruuh, An-Nashr dan Al-Lahab.

Jika tidak mampu membaca surat-surat tersebut di atas, maka bacalah surat-surat yang telah dikuasai, karena pada dasarnya dalam membaca surat initMak ada aturan khusus. Jadi boleh saja membaca surat apa saja yang dikehendaki. Sedangkan bagi makmum tak perlu membaca surat-surat tersebut^ sama seperti shalat berjamaah lainnya.
Khusus pada malam pertengahan sampai akhir Ramadhan, disunatkan membaca doa kunut. Doa kunut tersebut dibaca pada rakaat terakhir shalat witir, setelah i'tidal (sebelum sujud).

Dalam shalat tarawih, khusus jika dilakukan dengan berjamaah, sebaiknya ditunjuk seorang yang bertugas memandu pembacaan shalawat yang mengiringi shalat tarawih. Orang yang bertugas memandu pembacaan shalawat ini disebut bilal.

Pelaksanaan shalat tarawih :
1) Sebelum shalat dimulal bilal mengucapkan :


Artinya:
"Mari kita laksanakan shalat tarawih, semoga Allah memberikan ganjaran kepadakamusemua."

Jamaah menjawab:


Artinya:
"Tak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah, semoga rahmatAllah dan kesejahteraan terlimpah kepadanya"

Bilal mengucapkan lagi:

Artinya:
"Wahai Allah! Berilah rahmat kepada nabi Muhammad dan keluarganya"

Jamaah menjawab:


Artinya:
"Wahai Allah! Berilah rahmat dan kesejahteraan kepadanya."

Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat pertama.'

2) Bilal mengucapkan:

Artinya:
"Kemurahan dan kenikmatan dari Allah."

Jamaah menjawab:

Artinya:
"Begitu pula ampunan dan rahmat. Wahai Yang Maha Menerima taubat, Wahai Yang Maha Luas ampuhan-Nya, Wahai Yang Paling Penyayang di antqra para penyayang" *
Keniudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat kedua.

3) Bilal mengucapkan:

Jamaah menjawab:

. Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat ketiga.

4) Bilal mengucapkan:


Jamaah menjawab:


Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat keempat.
5) Bilal mengucapkan:

Artinya:
"Khalifa pertama Amirul mu'minin Penghulu kita, Abu Bakar Shiddiq"

Jamaah menjawab:

Artinya:
"Semoga Allah meridhainya"

Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat kelima.

6) Bilal mengucapkan:

Jamaah menjawab:

Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat keenam 7)

Bilal mengucapkan:

Artinya:
"Khalifah kedua Amirulmu'minin Penghulu kita, Umarbin Khattob"

Jamaah menjawab:


Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat ketujuh,

8) Bilal mengucapkan:


Jamaah menjawab:


Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat kedelapan.

9) Bilal mengiicapkan :

Artinya:
"Khalifah ketiga Amirulmu' minin Penghulu kita, Usman bin Ajfan."

Jamaah menjawab :


Kemudian melaksanakan shalattarawih2rakaat kesembilan.

10) Bilal mengucapkan:

Artinya:
"Khalifahke-4 Amirul mu'minin Penghulu kita, Ali bin Abi Thalib."

Jamaah menjawab:


Kemudian melaksanakan shalattarawih 2rakaatkesepuluh.
Setelah selesai shalat tarawih 20 rakaat, dilanjutkan dengan
membaca doa berikut ini:
doa sholat tarawih

Artinya:
"Wahai Allah! Jadikanlah kami orang-orangyang sempurna imannya, menunaikan kewajiban-kewajiban, memelihara shalat, menunaikan
zakat, mehcari' anugerah yang adai di sisi Engkau, mengharap ampunan Engkau, berpegang teguh dengan petunjuk (Engkau), menjauhi kesia-siadn, zuhud di dunia, dan senangkepadaakhirat, rela terhadap keWhtuan (kepastian), bersyukur terhadap nikmat, 4 sabar terhadap cobaan, dan berjalan pada. hari kiamat di bawah panji penghulu kami, Nabi Muhammad saw,datang ke telaga (yang sejuk), masuk ke dalam sufga, selamat dari neraka, duduk di atas singgasana kemuliaan, menikah dengan bidadariyangcantik, menge-nakan pakaian dari sutera yang tip is dan tebal, memakan makanan surga, meminum susu danmaduyangjernih,dengan gelas,teko, dan piala dari mata airyang selalu mengalir, bersama orang-orangyang telah Engkau berikan nikmat, yaitupara nabi, shiddiqun, syuhada, dan orang-orang yang shaleh, mereka ituldh sebaik-baik teman, anugerah itudari Allah, dan cukuplah Allah YangMahaMengetahui. Dan segalapuji milik Allah, Tuhan semesta alam."

Setelah selesaimembaca doa, dilanjutkan dengan menger-jakan shalat sunat witir 3 rakaat Untuk niemulai shalat sunat witir ini bilal mengucapkan :

SHALAATAL WTTRIATSAABAKUMULLAAH.
"Marilahmengerjakan shalat witir, semogaAllahmemberi pahala kepada kamu semua."

Shalat idul fitri dan idul adha

Shalat idul fitri dan idul adha

Shalat idul fitri dan idul adha
Shalat idul fitri adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya idul fitri, yaitu setiap tanggal 1 SyawaL. Sedangkan shalat idul adha adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya idul adha, yaitu setiap tanggal 10 Zulhijjah. Kedua shalat ini hukumnya sunat Mu'akkad.
Adapun waktu pelaksanaannya adalah mulai sejak matahari terbit sampai condong ke barat. Shalat idul adha hendaknya dimulai lebih awal,karena setelah selesai shalat, umat Islam yang tergolong mampu disunatkan menyembelih hewan qurban.

Tempat untuk melaksanakan shalat id ini boleh di mushalla, mesjid, tanah lapang atau tempat-tempat lainnya.
Pada shalat ied tidak disunatkan adzan ataupun iqamah. Untuk memulai shalat ied ini, bilal cukup mengucapkan :


"Marilah kita kerjakan shalat berjamaah!" Pada shalat id ini segenap umat Islam, laki-laki dan perempuan, besar dan kecil, tua dan muda, merdeka dan budak, banci, musafir dianjurkan untuk berkumpul di tempat shalat guna melaksanakan shalat id. Bahkan wanita yang sedang haid pun dianjurkan untuk ikut berkumpul (tetapi di luar mesjid atau mushalla) guna mendengarkan nasihat-nasihat (khutbah), bukan untuk ikut shalat.

a. Hal-hal yang sunat dilakukan pada shalat ied adalah :
1) Mandi, berpakaian yang sebaik-baiknya dan memakai wewangian.
2) Makan sebelum berangkat shalat pada hari raya idul fitri, sedangkan pada hari raya idul adha disunatkan tidak makan apa-apa sebelum berangkat shalat.
3) Jalan yang dilewati pada saat pergi dan pulangnya hendaklah berlainan.
4) Shalat id dilakukan berjamaah.
5) Takbir 7 kali pada rakaat pertama, setelah membaca doa iftitah, dan 5 kali pada rakaat kedua sebelum membaca surat Al-Fatihah (tidak termasuk takbir yang dilakukan karena berdiri dan sujud).
6) Mengangkat kedua bclah tangan setinggi bahu (ujung jari-jari sejajar dengan telinga) pada setiap takbir.
7) Membaca tasbih sebelum takbir yang 7 kali dan 5 kali.
8) Pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah membaca surat Qaaf atau surat Al-A'laa dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Qamar atau surat Al-Ghaasyiyah.
9) Imam menyaringkan (jahar) bacaan Al-Fatihah dan surat (makmum tidak).
10) Selesai shalat id dilakukan 2 khutbah seperti 2 khutbah Jum'at. Perbedaannya hanyalah pada:
a) Dua khutbah id dimulai dengan membaca takbir. Pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali berturut-turut. Sedangkan pada khutbah kedua 7 kali berturut-turut. Setelah itu baru dilanjutkan dengan membaca "hamdalah" dan seterusnya.
b) Isi khutbah idul fitri hendaklah mengenai hikmah puasa, zakat fitrah dan anjuran untuk bersedekah guna menyantuni fakir miskin.
c) Isi khutbah idul adha hendaklah mengenai perintah ibadah haji dan berqurban serta hikmah-hikmahnya.
Di samping itu, pada hari raya idul fitri dan idul adha disunatkan untuk memperbanyak takbir yang waktunya:
a) Idul fitri: mulai sejak terbenamnya matahari pada akhir Ramadhan sampai dilaksanakannya shalat id.
b) Idul adha: mulai sejak waktu subuh hari Arafah (tanggal 9 Zulhijjah) sampai waktu ashar hari tasyriqyang terakhir (tanggal 13 Zulhijjah). Pada hari raya idul adha, pada hari-hari tersebut, disunatkanbertakbir pada setiap selesai shalat fardhu.

Sedangkan lafal takbir yang dibaca adalah :


Artinya:
"Allah Maha Besar (3X). Tiddk ada Tuhan selain Allah dan Allah M'aha Besar. AllahM'ahaBesardan milikAllahlahsegalapuji. Allah benar-benar Maha Besar dan segala puji milik Allah, puji yang sebanyak-banyaknya. Dan Mahasuci Allah, baikpagimaupunpetang. Tak ada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan ikhlas memeluk agama-Nya sekdlipun orang-orangkafirbenci.TidakadaTuhanselainAllahsendiri,membenarkan: janji-Nya,menolong hamba-Nya, memberikemendngan kepada bala tentara-Nya dan mengalahkan pasukan musuh sen4b'ian. Tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan milikAllahlahsegalapuji."

b. Cara melaksanakan shalat idul fitri daft idul adha
1) Berdiri tegak seperti shalat fardhu, lalu membaca lafal niat shalat:
a. Jika shalat idul fitri, lafal niatnya adalah :



b. Jika shalat idttl adha, lafal niatnya adalah:


Jika menjadi imam, kata MA'MUUMAN digantidengari IMAAMAN.
2) Setelah itu membaca kalimat takbir "ALLAAHUAKBAR" sambil mengangkat kedua tangan seperti shalat fardhu dan hatinya mengatakan:
a. Jika shalat idul fitri:
"Aku (mat) shalat sunat idulfitri 2 rakaat mengikut imam, karena Allah Ta'ata"
b. Jika shalat idul adha:
"Aku (niat) shalat sunat idul adha 2 rakaat mengikut imam, karena Allah Ta'ala" . JikamenjacUimam,kata"mengikutimam''digantidengan
"menjadi imam".
3) Setelah itu kedua tangan bersedekap dan membaca doa iftitah.
4) Setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca tasbih:


Artiya:
"Mahasuci Allah dan segala puji untuk Allah, tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar."
5) Setelah membaca tasbih, tangan diangkat kembali setinggi bahu sambil membaca kalimat takbir "ALLAAHU AKBAR".
Setelah itu tangankembali.bersed.ekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kedua. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketiga. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keempat. Setelah itu kembali-bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kelima. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keenam. SetQlah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketujuh. Setelah itu kembali bersedekap.
6) Setelah selesai melaksanakan 7 kali takbir, dilanjutkan dengan membaca ta'awwudz dan surat Al-Fatihah, surat atau ayat-ayat tertentu (makmum hanya membaca Al-Fatihah), kemudian ruku, i 'tidal, sujud, dudukdi antaradua. sujud, dan sujud yang kedua.
7) Setelah sujud yang kedua, langsung berdiri sambil membaca takbir tanpa mengangkat kedua tangan. Lalu bersedekap membaca tasbih (lafalnya sama dengan lafal tasbih pada rakaat pertama).
8) Setelah selesai membaca tasbih, dilanjutkan dengan membaca kalimat takbir "ALLAAHU AKBAR" sambil mengangkat kedua tangan. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yangkedua. Setelah itu kembali bersedekapj membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketiga. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keempat. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang •kelima. Setelah itu kembali bersedekap. 9) Setelah selesai melaksanakan 5 kali takbir, dilanjutkan dengan membaca ta'aWwudz dan surat Al-Fatihah, surat atau ayat-ayatteitentu, kemudian ruku, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud yang kedua dan tasyahud akhir. Setelah itu memberi salam ke kanari dan ke kiri. Setelah selesai melaksanakan shalat id ini, dilanjutkan , dengan 2 khutbah, baik dilakukan oleh imam shalat id pada saat itu, maupun oleh orang lain yang telah ditunjuk sebagai khatib. Sedangkan makmum (jamaah) mendengarkannya dengan penuh perhatian hingga selesai.

Shalat tahajud

Shalat tahajud

Shalat tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, walaupun tidurnya hanya sebentar. Hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam kata "tahajjud", yaitu "bangun dari tidur". Jadi syarat untuk melaksanakanshalat tahajud adalah "telah tidur sebelumnya", walau sebentar.
Hukum shalat tahajud adalah sunat mu'akkad, yaitu sangat dianjurkan, sebab menurut hadits nabi, shalat yang paling utama dikerjakan setelah shalat fardhu adalah shalat tahajud.
Jumlah rakaat shalat tahajud minimal 2 rakaat, dan maksimal tidak terbatas.

Jadi shalat tahajud boleh dikerjakan berapa saja, sekuatnya. Rasulullah saw pernah mengerjakan shalat tahajud sebanyak 10 rakaat ditambah 1 rakaat sunat witir, 8 rakaat ditambah 1 rakaat sunat witir, dan 8 rakaat ditambah 3 rakaat sunat witir. Jadi dalam melaksanakan shalat tahajud sebaiknya ditambah dengan shalat sunat witir.
Shalat tahajud ini hendaknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat (2 rakaat salam). Sedangkan shalat sunat witirnya, jika dikerjakan lebih dari satu rakaat, misalnya 3 rakaat,boleh dikerjakan sekaligus dengan satu salam, boleh pula dikerjakan 2 rakaat dahulu, kemudian 1 rakaat sisanya.

Adapun waktu pelaksanaan shalat tahajud adalah setelah bangun dari tidur dan setelah shalat isya, baik di awal malam (sepertiga malam pertama antara waktu Isya dan pukul 22.00 WIB), tengah malam (sepertiga malam kedua, antara pukul 22.00 dan pukul 01.0.0 WIB), maupun akhir malam (sepertiga malam yang terakhir, antara pukul 01.00 dan menjelang subuh). Sepertiga malam yang terakhir inilah waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat tahajud. Karena menurut hadits nabi, pada waktu itu rahmat Allah turun, sehingga barang siapa berdoa akan dikabulkan, barang siapa meminta akan diberikah, dan barang siapa memohon ampun akan diampuni oleh Allah.

Cara pelaksanaan shalat tahajud sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya. Perbedaannya hanyalah pada niat.
Niat shalat tahajud adalah:

Artinya: (di dalam hati pada saat takbjratul ihram).
"Aku (niat). shalat sunat tahajud 2 rakaat, karena Allah Ta'ala"

Setelah selesai melaksanakan shalat tahajud, dilanjutkan dengan shalat sunat witir.

Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa berikut, yaitu:


Artinya:
"Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itubenar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

(Dalam membaca doa di atas, dan doa-doa lainnya, sebaiknya diawali dengan membaca "hamdalah" dan "shalawat kepada Nabi Muhammad", serta diakhiri dengan "hamdalah" pula, seperii doa setelah shalat Fardhu).

Setelah selesai membaca doa, hendaklah dilanjutkan dengan membaca istighfar sebanyak-banyaknya. Istighfar yang dibaca adalah:

Artinya:
"Akumemohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung,yang tak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya"
Atau boleh pula dibaca istighfar berikut:


Artinya:
"Wahai Allah! Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku pun berada dalam janji-Mu, menurut kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa saja yang telah kulakukan. Kuakui kepada-Mu nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kuakui dosaku. Karena itu ampunilah aku, karena tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau"